Ritual Lilin Dianggap Biang Kebakaran Asrama Kodim

Kompas.com - 31/08/2012, 16:34 WIB

PAREPARE, KOMPAS.com -- Kebakaran yang menghanguskan Asrama Kodim 1405 Blok C Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Jum'at (31/8/2012) diduga diakibatkan lilin. Hal ini dikatakan sejumlah warga asrama.

Salah seorang warga Ujung Baru, mengatakan, dari 10 unit rumah, satu di antaranya pemiliknya mempunyai ritual yang unik, yakni hari Jumat warga menyalakan beberapa lilin di atas sebuah piring yang disimpan di atas tempat tidur.

"Tetangga saya mempunyai kebiasan atau ritual setiap hari Jumat menyalakan beberapa buah lilin di atas piring yang penuh kue, dan disimpan di atas tempat tidur," jelas Jhon.

Lanjut Jhon, salah seorang warga ynag rumahnya terbakar saat kejadian dirinya lagi asyik menonton televisi di ruang tamu. Dia baru tersadarkan setelah melihat kepulan asap hitam yang menghampiri dirinya,

"Spontan saya kaget, saat asap hitam tebal datang, tiba-tiba TV yang saya nonton tidak menyala lagi, saya keluar dan melihat asrama terbakar jejeran rumah saya," Jelas Jhon.

Warga lainnya Mira (50) membenarkan kebiasaan salah seorang warga yang rumahnya ikut terbakar, yakni membakar lilin setiap hari Jumat." Memang setiap hari Jumat ia membakar lilin di atas tempat tidur dengan beralaskan piring dan baki," Katanya.

Dikonfirmasi terkait dugaan sementara penyebab kebakaran yang menghanguskan 10 unit rumah di Asrama Kodin 1405 Blok C ini, Komandan Korem 142/Tatag Kolonel Infantri TNI Syaharuddin Laupe, menyatakan penyebab pastinya belum diketahui.

" Kita belum bisa memastikan dugaan sementara, ini sementara tim Forinsik Polres Parepare masih menyidik, apakah itu hubungan arus pendek atau ada penyebab yang lain itu kita belum tahu," jelasnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 1405 Mallusettasi Letkol Inf Sri Widodo mengatakan belum bisa menaksir kerugian yang ditimbulkan amukan si jago merah. Namun ia mengatakan bahwa saat ini, dari 10 rumah yang terbakar, empat rumah milik anggotanya yang masih aktif. Sementara enam lainnya milik purnawirawan.

Sri Widodo menuturkan, untuk empat anggotanya yang masih aktif telah sediakan tempat berteduh hingga ada petunjuk dari komando atas. Beagitu juga dengan kerugian secara personal akan dicarikan solusi. Sementara untuk rumah milik purnawirawan akan dicek masa pensiunannya namun tetap dicarikan solusi untuk kelanjutannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau